Jenis-Jenis Sel Induk
 

Secara umum, ada dua jenis sel induk, Sel Induk Hematopoetik (HSC, Hematopoietic Stem Cell) dan Sel Induk Mesenkima (MSC, Mesenchymal Stem Cell).

Sel Induk Hematopoetik (HSC)
Sel induk yang membentuk sel darah dan kekebalan dikenal sebagai HSC. Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, HSC adalah sel induk yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi semua jenis sel darah seperti sel darah merah dan sel darah putih. Karena itu, HSC lebih sesuai untuk digunakan dalam merawat gangguan yang berkaitan dengan darah seperti Talasemia Mayor, leukemia jenis tertentu, dan penyakit darah turunan lainnya. Proses-proses yang digunakan untuk mendapatkan HSC dari tubuh manusia antara lain aspirasi sumsum tulang, aferesis, dan pengambilan darah tali pusar saat lahir.

Sel Induk Mesenkima (MSC)
MSC adalah sel induk manusia yang sejauh ini menunjukkan kemampuan terbesar untuk berubah menjadi jenis jaringan lainnya, termasuk saraf, otot jantung, pembuluh darah, tulang rawan, tulang, sel yang memproduksi kolagen, jaringan lemak, sel yang memproduksi insulin, sel ginjal, sel hati, dan kulit. Selain itu, MSC bersifat immunoprivileged, yang artinya sel induk ini tidak akan dibunuh oleh sel pertahanan kekebalan pejamu (host) dan sel induk ini pun tidak akan menyebabkan reaksi. MSC tidak hanya memulihkan sel induk tapi juga menyelamatkan dan membangkitkan sel induk yang lemah dalam pejamu (host).